Posts

Jangan Biarkan Gorengan Hangus di Atas Wajan

Image
  Kusnandar Putra Pernahkah Anda membayangkan bahwa sepiring bakwan yang renyah namun berwarna hitam pekat di pinggirnya adalah sebuah bahaya?  Gorengan yang digoreng sampai gosong bukan sekadar soal rasa pahit, melainkan sel tubuh yang dipertaruhkan. Islam sangat menekankan aspek thoyyib atau kualitas kebaikan dalam makanan, melampaui sekedar status halal.  Mengapa gorengan gosong begitu berbahaya?  Secara sains, proses penggorengan dengan suhu tinggi yang berlebihan hingga membuat makanan menghitam memicu terbentuknya senyawa akrilamida. Zat ini bersifat karsinogenik yang dapat merusak struktur DNA dalam sel manusia.  Bayangkan, makanan yang seharusnya menjadi energi justru berubah menjadi perusak kode genetik yang memicu kanker.  Bukankah tubuh ini amanah dari Allah subhanahu wa ta'ala yang harus kita jaga pertanggungjawabannya? Ingat siapa mereka yang kita beri makan? Mereka amanah. Suami yang bekerja keras dan anak-anak yang sedang tumbuh membutuhkan a...

Ruang Guru

Image
Kusnandar Putra Kadang-kadang ruang guru dijadikan diskusi bisnis atau ajang komentator kehidupan orang lain selain "arsitek peradaban".  Kita sibuk dengan hal-hal yang tidak menyentuh akar pendidikan, padahal di tangan kitalah wajah masa depan itu sedang diukir. Ingatkah kita bagaimana Rasulullah ﷺ membina para sahabat di Suffah atau di rumah Arqam bin Abi Arqam? Setiap detik pertemuan adalah transfer nilai. Tidak ada kata-kata yang sia-sia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda,  “Di antara tanda baik keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi). Bayangkan jika spirit hadis ini dibawa ke ruang guru. Jika setiap diskusi di sela jam mengajar adalah upaya tashfiyah (pemurnian) niat atau tarbiyah (pendidikan) diri, betapa berkahnya sekolah kita.  Para sahabat Nabi, seperti Abu Hurairah atau Ibnu Abbas, tidak pernah berkumpul kecuali untuk saling bercerita hal hal kecintaan kepada Alla...

Dai Harus Menulis

Image
  Kusnandar Putra Apakah dakwah bisa dari menulis?  Sejarah peradaban Islam justru juga dibangun oleh para dai dan ulama yang menjadikan pena sebagai ikhtiar perubahan.  Lihatlah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah. Beliau produktif dalam kondisi paling sulit sekalipun. Sebagian besar karyanya justru lahir dari balik penjara. Melalui Majmu' al-Fatawa, ia tidak hanya menjawab persoalan zamannya, tetapi meletakkan kerangka berpikir tauhid, ushul fiqih, tafsir, dan hadis yang terus dikaji hingga hari ini. Dakwahnya tidak bergantung pada ruang dan waktu, karena ia menulis. Demikian pula Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah perjuangannya terletak pada lisan dan tulisan. Kitab at-Tauhid bukan sekedar buku kecil, melainkan memutar akidah dengan argumentasi Al-Qur'an dan Sunnah yang sistematis. Ia sadar bahwa pendidikan tauhid harus ditulis agar dapat dipelajari dan diwariskan. Imam an-Nawawi rohimahullah meninggalkan jejak literasi yang sangat banyak. Riyadhus Sha...

Lagi-lagi Kompetensi Guru

Image
 (Klik gambarnya agar tidak pecah) 

Untuk Ayah yang Terus Berjuang

  Oleh: Kusnandar Putra Di balik bukit-pikuk kota dan rutinitas yang berulang, ada sosok yang sering luput dari sorotan: ayah yang setiap hari berangkat bekerja dengan beban pikiran dan harapan besar di pundaknya. Ia jarang mengeluh, jarang bercerita, dan sering menelan lelahnya sendiri. Di tengah tekanan ekonomi, kebutuhan keluarga, dan kesejahteraan hidup, semangat ayah dalam mencari nafkah adalah fondasi tenteram yang menopang banyak rumah tangga di negeri ini. Saya ingin menyampaikan sikap yang jelas: ayah yang terus berjuang mencari nafkah layak dihargai, dikuatkan, dan didoakan. Kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan mereka bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan moral yang menjaga keluarga tetap berdiri. Dalam kondisi apa pun, ayah tidak seharusnya merasa sendiri atau kalah hanya karena hasil yang belum sebanding dengan usaha. Secara faktual, tekanan ekonomi keluarga di Indonesia bukanlah persoalan ringan. Data sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa banyak kepala keluarga yang be...

Ketika Orang Tua Abai pada Keshalihan Anak

  Oleh: Kusnandar Putra Di banyak rumah, kita menyaksikan ironi yang jarang disadari. Orang tua begitu serius memikirkan masa depan anak dalam bidang akademik, keterampilan, dan pekerjaan, tetapi hampir tidak bisa mencapai satu hal mendasar: keshalihan. Anak dipastikan tidak tertinggal pelajaran di sekolah, diberi gawai canggih, dan dimasukkan ke berbagai les, namun jarang ditanya apakah ia mengenal Tuhannya, memahami adab, dan memiliki kompas moral yang jelas. Fenomena ini bukan persoalan kecil, sebab dari rumah tangga lahirlah wajah masyarakat di masa depan. Saya berpandangan tegas: orang tua yang tidak peduli pada keshalihan anak sedang menanamkan nilai krisis yang dampaknya akan dirasakan secara sosial, bahkan nasional. Pendidikan karakter dan spiritual bukanlah pelengkap setelah terpenuhinya kebutuhan materi, melainkan landasan utama yang menentukan arah hidup seorang anak. Ketika fondasi ini rapuh, keberhasilan akademik justru bisa menjadi bumerang. Secara faktual, berbagai p...

Muslim Tidak Boleh Cuek terhadap Dakwah

 Muslim Tidak Boleh Cuek terhadap Dakwah Oleh: Kusnandar Putra Di tengah kehidupan sosial yang kian individualistis, kita sering menyaksikan satu gejala yang mengingatkan: kesalahan terjadi di depan mata, tetapi dibiarkan berlalu begitu saja. Ada kemungkaran kecil yang dianggap sepele, ada penyimpangan yang dinormalisasi, dan ada perilaku keliru yang dibiarkan atas nama “urusan masing-masing”. Dalam konteks masyarakat Muslim, sikap cuek semacam ini bukan sekadar persoalan etika sosial, tetapi menyentuh inti tanggung jawab keimanan. Saya ingin menyatakan sikap secara tegas: Muslim harus peduli pada dakwah, berani menegur ketika ada kesalahan, dan tidak menyatakan cuek. Kepedulian ini bukan berarti merasa paling benar atau gemar menghakimi, melainkan wujud cinta, tanggung jawab sosial, dan kesadaran bahwa iman tidak berhenti di ruang privat. Islam tidak mengajarkan umatnya menjadi penonton pasif atas kerusakan moral di sekitarnya. Secara faktual, fenomena sikap masa bodoh ini semakin...