Posts

Sibuk Mencari Uang, Kehilangan Waktu Membersamai Anak

Image
  Kusnandar Putra Dalam sebuah video di Tiktok, ada seorang Bapak ditanya,  "Apa penyesalan terbesar Bapak dalam hidup?" Sang Bapak menjawab,  "Penyesalan terbesar saya itu dulu terlalu sibuk bekerja, dan gak ada waktu buat anak. Dulu saya itu mikirnya, selama saya bisa ngasih makan mereka, berarti saya sudah jadi bapak yang baik. Sekarang anak-anak saya sudah pada besar. Mereka sudah sibuk masing-masing, dan saya baru sadar, ternyata saya nyia-nyiain banyak momen pas mereka masih kecil. Kalau bisa ngulang waktu, saya pengen lebih banyak nemenin mereka. Bukan berarti saya nyesel sudah bekerja keras, tapi saya nyesel karena terlalu sibuk cari uang." Jawaban Bapak ini menjadi pengingat penting bagi setiap orang tua.  Terkadang, seseorang begitu bersemangat membangun masa depan anak, tetapi tanpa sadar justru kehilangan kesempatan untuk hadir dalam masa kecil mereka. Tidak ada yang salah dengan bekerja keras.  Seorang ayah memiliki tanggung jawab untuk mencari nafk...

Belajar Makin Seru, 300+ Guru Sulsel “Upgrade Ilmu”

Image
  Kusnandar Putra Siapa bilang belajar di kelas harus selalu kaku dan bikin mengantuk?  Kemarin, Selasa (13/10), lebih dari 370 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, hingga pengawas lanjut hari ke-2, Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran. Bukan sekadar duduk mendengar, para pendidik ini langsung "turun tangan" belajar hal baru, membuat Learning Management System (LMS) sederhana menggunakan Moodly, sekaligus meracik Media Interaktif Digital yang keren. Tujuannya membawa perubahan nyata (transformasi) di dalam kelas agar anak-anak zaman sekarang bisa belajar dengan lebih mudah, seru, dan paham materi.  Tantangan mengajar anak-anak jaman now itu beda. Generasi yang lahir di era layar sentuh ini butuh visualisasi yang menarik, bukan sekadar teks panjang di papan tulis. Guru-guru kini bisa menata materi, kuis seru, hingga ruang diskusi dengan membuat Media Interaktif Digital.  Materi pelajaran yang dulunya terasa rumit atau abstrak bisa diubah jadi vis...

Digitalisasi Pembelajaran Agar Belajar Lebih Bermakna

Image
  Kusnandar Putra Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas.  Lebih dari itu, teknologi diharapkan mampu membantu guru menciptakan pembelajaran yang bermakna, memperkuat pemahaman siswa, dan mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan zaman. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, program Digitalisasi Pembelajaran melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) mendorong pembelajaran yang lebih bermakna.  Teknologi tidak diposisikan sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat pemahaman konseptual, menumbuhkan daya pikir kritis, serta menghadirkan proses belajar yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan zaman. Pesan tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan pemateri dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) digitalisasi pembelajaran semalam (12/10). Salah satu poin penting yang ditekankan adalah bahwa PID mendorong transformasi pembelajaran.  K...

Guru Harus Terus Belajar dan Bertumbuh

Image
  Kusnandar Putra Hari ini, Senin, 12 Oktober 2026, insyaallah saya akan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 selama tiga hari, hingga Rabu, 14 Oktober 2026.  Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Gamma Makassar. Saya mengikuti kegiatan tersebut sebagai utusan dari sekolah.  Bagi saya, kesempatan ini bukan sekadar menghadiri kegiatan formal. Lebih dari itu, bimtek menjadi ruang untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan sebagai seorang guru, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran. Dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. Guru tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ketika menempuh pendidikan dahulu.  Perubahan zaman menuntut guru untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan mencari cara agar pembelajaran semakin menarik, efektif, inklusif, serta mudah dipahami oleh peserta di...

Judul Public Speaking Harus Selaras dengan Isi

Image
  Kusnandar Putra Kemarin (10/10), saya mendengarkan paparan mahasiswa tentang penyusunan tema public speaking.  Ada beberapa topik yang mereka angkat, mulai dari pemahaman literasi digital, manfaat literasi digital, kesehatan mental, perlindungan anak, bijak bermedia bagi remaja dan orang dewasa di dunia daring, revolusi calon dokter, hingga pentingnya mencuci tangan dan menjaga kebersihan. Beragamnya tema tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.  Namun, ada satu masukan utama yang saya sampaikan, pastikan judul yang dipilih benar-benar sesuai dengan isi presentasi.  Jangan sampai judul dan pembahasan tidak saling terhubung. Judul bukan sekadar rangkaian kata yang menarik perhatian. Judul merupakan gambaran awal tentang apa yang akan disampaikan oleh pembicara. Ketika seseorang memilih tema literasi digital, misalnya, isi presentasinya harus benar-benar membahas literasi digital se...

Guru Jangan Pelit Mencerdaskan Siswa

Image
  Kusnandar Putra Menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi di depan kelas. Guru juga dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang membuat siswa mudah memahami pelajaran.  Karena itu, seorang guru jangan pelit dalam ikhtiar mencerdaskan anak, termasuk ketika pembelajaran membutuhkan alat peraga, bahan praktik, atau media sederhana yang harus disiapkan dengan biaya sendiri. Tentu, bukan berarti guru harus mengorbankan seluruh penghasilannya untuk keperluan sekolah  Namun, ada kalanya pengeluaran kecil dari seorang guru dapat memberikan dampak besar terhadap pemahaman siswa. Bayangkan ketika seorang guru mengajarkan materi fikih tentang keutamaan bersiwak.  Guru bisa saja menjelaskan pengertian siwak, manfaatnya, dan dalil yang berkaitan dengannya. Akan tetapi, pembelajaran akan terasa lebih nyata apabila guru membawa siwak ke dalam kelas.  Siswa dapat melihat bentuknya, mengenal bahan yang digunakan, serta mempelajari cara penggunaannya sesuai tuntunan Isla...

Algoritma Medsos Akan Bagus Bila yang Dinonton Selalu Dampak Positif MBG, Kopdes, Sekolah Rakyat

Image
  Oleh: Kusnandar Putra Pernahkah kita berpikir bahwa ketenangan hati juga bisa dipengaruhi oleh apa yang setiap hari kita lihat di media sosial?  Algoritma media sosial memang bekerja dengan mempelajari kebiasaan pengguna, termasuk konten yang sering ditonton, disukai, dan dibagikan.  Karena itu, menarik jika kita membangun kebiasaan digital yang membuat linimasa dipenuhi informasi tentang kebaikan, kemajuan, dan ikhtiar membangun bangsa. Misalnya, informasi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Presiden yang meresmikan berbagai proyek pembangunan.  Berita-berita tersebut dapat menjadi bahan literasi untuk memahami arah kebijakan pemerintah, mengenal program pembangunan, dan melihat berbagai upaya yang dilakukan untuk menjawab persoalan masyarakat. Sayangnya, sebagian orang justru membiarkan linimasa media sosialnya dipenuhi kemarahan, pertengkaran politik, sindiran, dan berita negatif.  Akibatnya, pemeri...